Cocokkah Memakai Busi Iridum untuk Motor Harian?

Bagi para pengguna motor, busi iridium sudah terkenal menjadi jenis busi terbaik yang dapat membuat motor melaju kencang. Busi ini dikenal cukup mahal, tetapi memiliki keunggulan lebih tahan lama digunakan. Perbedaan busi iridium dengan busi biasa terletak pada bahan ujung inti elektroda (tempat percikan api) yang terbuat dari iridium alloy atau dikenal sebagai bahan metal campuran. Iridium dimanfaatkan dalam bentuk metal campuran (alloy) untuk pembuatan busi, sudah dimulai sejak akhir abad ke-20.

Busi iridium memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan busi iridium adalah tahan terhadap panas karena kondisi materialnya memiliki titik leleh sampai 2500 derajat celcius. Hal ini disebabkan perpaduan iridium alloy yang dapat menghasilkan konduksi dengan lebih baik. Oleh karena itu, ukuran ujung elektroda pada busi iridium biasanya sangat kecil, yaitu sekitar 0,4 mm. Ujung inti elektroda yang kecil meruncing ini  mengakibatkan percikan api lebih fokus pada satu titik atau tidak melebar. Efeknya dapat membuat lebih stabil dan menghemat tegangan listrik yang diperlukan dalam proses menghasilkan percikan api. Karena tegangan listrik yang kecil, beban yang diperlukan dalam sistem nyala mesin juga menjadi tidak terlalu berat. Hal ini mengakibatkan respons pedal gas meningkat sehingga meminimalisir kesulitan menyalakan mesin (starter). Selain itu, tegangan listrik yang kecil dapat membuat bahan bakar lebih hemat sehingga Anda tidak perlu sering-sering mengunjungi pom bensin. Keunggulan lain dari busi iridium adalah lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi, penggunaannya dipercaya lebih awet daripada busi biasa, dan dapat meningkatkan tenaga mesin.

Karena keunggulan-keunggulan tersebut, wajar apabila busi iridium dikenal lebih tidak terjangkau daripada harga busi biasa. Namun, apakah busi iridium cocok digunakan untuk motor biasa yang sering dipakai sehari-hari?

Beberapa pendapat mengatakan bahwa tidak ada larangan untuk menggunakan busi iridium pada motor biasa, asalkan motor harus di-setting ulang secara tepat. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan asupan bensin pada motor dengan cukup dan bahkan diperkaya. Mengapa? Karena sifat busi iridium adalah fokus pada satu titik perapian sehingga memberikan dampak panas. Hal ini berbeda dengan perapian pada busi biasa yang bersifat menyebar. Oleh karena itu, asupan bahan bakar harus diperkaya dan tidak dibiarkan standar agar tidak mengganggu durabilitas mesin motor dalam jangka panjang.

Apabila Anda lebih mengutamakan performa motor, busi iridium dapat menunjang harapan tersebut. Namun demikian, biasanya mesin standar pada motor lebih aman memakai busi bawaan karena sudah disesuaikan dengan kondisi mesin motor Anda. Dengan kata lain, apabila Anda ingin melejitkan performa motor, busi iridium memang baik. Namun, jika tujuannya adalah sekadar membuat busi tidak cepat rusak atau supaya lebih awet, penggunaan busi biasa sebenarnya sudah cukup asalkan diberikan perawatan yang sesuai. Hal ini karena setiap produsen motor pasti sudah memperhitungkan hal-hal teknis yang cocok untuk kondisi motor Anda dengan durasi keawetan mesin.

Oleh karena itu, sebelum membeli dan memasang busi iridium pada motor, sebaiknya Anda memperhitungkan cost yang Anda keluarkan dengan prioritas kebutuhan penggunaan motor. Tanpa pertimbangan yang matang, nantinya dapat berdampak mubazir. Hal ini karena busi iridium sebenarnya lebih cocok dipasang pada jenis motor yang sering digunakan untuk bepergian jauh, meskipun tidak ada larangan memasangnya pada motor biasa. Jika penggunaan motor sehari-hari dalam jarak yang relatif dekat, busi biasa sebenarnya sudah cukup.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *