Monthly Archives: July 2016

Jika ingin berlibur ke kawasan pantai di Jawa Timur khususnya di Banyuwangi, maka tersedia banyak pilihan yang bisa kita tentukan. Salah satunya adalah Pantai Rajegwesi. Wisata di Banyuwangi ini merupakan salah satu wisata pantai terfavorit dan yang paling direkomendasikan di Banyuwangi. Lokasinya ada di desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Di tempat ini kita sekaligus dapat menyaksikan bunker atau ruang bawah tanah yang menjadi sisa dari kejayaan Jepang pada masa penjajahan. Wisata di Banyuwangi Pantai Rajegwesi sekaligus memiliki beberapa keunikan yang tidak banyak dimiliki oleh pantai-pantai lainnya di Indonesia dan juga di dunia. Pasir pantai di sini memiliki warna kecokelatan dan teksturnya sangat lembut. Hal ini terjadi karena pasir pantai telah bercampur bersama endapan lumpur yang sebelumnya terbawa air pada saat terjadi banjir. Selain melihat keindahan alam dan juga nilai sejarah yang melekat padanya, di sini pengunjung juga dapat melihat kehidupan masyarakat sekitar. Sebagian besar penduduk sekitar Pantai Rajegwesi bermatapencaharian sebagai nelayan.…

Read more

Salah satu keindahan pesona Banyuwangi yang menjadi ikon wisata dari kota ini adalah Kawah Ijen atau kerap disebut pula sebagai Blue Fire. Secara administratif, Kawah Ijen terletak di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso serta Situbondo. Kawah berada di ketinggian 2443 meter di atas permukaan air laut serta kedalaman mencapai dua ratus meter. Wisata di Banyuwangi ini diselimuti oleh asap belerang sehingga membuatnya memiliki pesona yang luar biasa. Penyebutan Blue Fire sebagai nama lain dari Kawah Ijen bukan tanpa alasan. Terdapat danau belerang dnegan warna toska serta api biru yang bisa disaksikan mulai malam hari hingga menjelang waktu subuh. Karena itulah wisata di Banyuwangi ini terkenal juga dengan sebutan Blue Fire. Menuju Kawah Ijen dapat melalui jalur utara ataupun jalur selatan. Jalur utara melalui Situbondo menuju Sempol di Bondowoso, kemudian sampai di Paltuding. Waktu tempuhnya sekitar dua setengah jam. Sementara jalur selatan ditempuh melalui Banyuwangi menuju Licin berjarak sekitar tiga…

Read more

Suku Osing atau Suku Using di Banyuwangi memiliki beberapa kuliner khas yang unik serta nikmat. Kuliner khas Banyuwangi tersebut adalah kupat lodoh serta sop kesrut. Kupat lodoh adalah ketupat yang dimasak dengan bumbu lodoh. Lodoh didapat dari parutan kelapa tua yang telah disangrai bersama minyak sampai kering. Setelah kering, bumbu akan ditumbuk halus hingga keluar minyak seperti pasta lembut. Pasta inilah yang diolah bersama bumbu lain dan digunakan untuk memasak ketupat. Kuliner khas Banyuwangi kupat lodoh bisa kita nikmati di Jalan Ijen, persisnya di depan lapangan Kecamatan Glagah. Selain kupat lodoh, suku Osing di Banyuwangi masih memiliki kuliner khas lainnya, yaitu sop kesrut. Sop kesrut terbilang sebagai makanan yang unik serta langka karena tidak banyak rumah makan yang menghadirkan menu sop ini. Sop kesrut sendiri berupa sop ayam dengan kaldu kental serta rasa yang pedas. Sop kesrut seringkali disantap bersama nasi, ayam goreng serta sambal tempong. Kata kesrut ditambahkan dalam…

Read more

3/3