Gigi Sensitif, Jangan Disepelekan

Gigi Sensitif, Jangan Disepelekan

Pernahkah anda merasakan ngilu pada gigi atau rasa sakit, nyeri pada gigi saat mengkonsumsi makanan panas atau dingin? Itu tandanya gigi anda sensitif. Gigi sensitif terjadi saat saraf gigi tidak bisa mengontrol rasa panas atau dingin pada makanan atau minuman yang dkonsumsi, akibatnya muncuk rasa ngilu dan nyeri yang tertahankan pada gigi. Gigi sensitif bisa terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang. 

Beberapa hal yang dapat menyebabkan gigi sensitif menurut alodokter.com adalah :

  1. Kondisi gigi dan mulut

Keadaan gigi yang patah, berlubang dan membusuk dapat menyebabkan gigi sensitif. Selain itu tejadi penyusutan pada gusi membuat akar gusi menjadi tidak terlindungi dan mudah terpapar suhu makanan yang masuk ke dalam mulut. 

  1. Email gigi menipis

Pengelupasan email gigi yang disebabkan oleh makanan yang mengandung banyak gula atau zat pemanis, minuman yang mengandung soda, sering mengkonsumsi es batu, dan konsumsi vitamin C yang berlebihan. Penipisan dinding email yang seharusnya melindungi gigi dari suhu yang tinggi atau rendah akan memudahkan gigi menjadi lebih sensitif. 

  1. Perawatan medis

Pemutihan dan tambal gigi juga dapat menyebabkan gigi sensitif namun dengan jangka waktu sementara setelah itu gigi akan kembali sperti keadaan semula.

  1. Kebiasaan buruk dapat menyebkan gigi sensitif seperti kebiasaan menggertakan gigi saat tidur, menggosok gigi terlalu keras, memakan makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin. Kebiasaan ini jika dilakukan dalam waktu yang lama akan menyebabkan gigi sensitif sangat parah.

Kondisi gigi sensitif sebenarnya sangat umum terjadi apalagi setelah memasuki usia 20 sampai 70 tahun. Namun bukan berarti bisa disepelekan. Untuk mendiagnosa apakah itu gigi sensitf atau bukan kamu harus memperhatikan gejala-gejala yang ditimbulkan seperti terasa ngilu atau nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin, merasakan nyeri dan tidak nyaman saa menyikat gigi dengan sikat gigi maupun benang gigi, terasa ngilu saat mengonsumsi makanan yang terlalu asam atau yang terlalu manis, mulut terasa perih setelah berkumur–kumur dengan obat kumur yang mengandung alkohol. 

 Menurut hellosehat.com  beberapa cara untuk menghindari atau mengurangi gigi sensitif yaitu menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Kandungan potasium nitrat atau strontium klorida akan melindungi saraf dan membantu menghalangi gigi mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Apabila kondisi tidak kunjung membaik dokter biasanya akan memberikan obat gel khusus pada lapisan gigi agar rasa sakit akibat ngilu dapat dikurangi. Salah satu gel yang dioleskan ke gigi adalah gel flouride. Tujuannya untuk memperkuat lapisan dan mencegah gigi berlubang.

Apabila kerusakan sudah sampai pada akar gigi. Langkah yang dilakukan adalah pembedahan gusi dan memberikan lapisan pada resin pengikat pada gigi. Ini berguna untuk memperkuat akar gigi dan mengurangi rasa sensitiv pada gigi.

Selain prosedur dari kesehatan medis, pengobatan gigi sensitif juga dapat dilakukan sendiri di rumah. Hal – hal sederhana yang dapat kita lakukan setiap hari untuk menghindari ataupun mengurangi gigi sensitiv adalah membersihkan gigi dua kali sehari sebelum dan sesudah beraktivitas, menyikat gigi dengan perlahan – lahan, memperhatikan bentuk sikat gigi yang pas dengan mulut serta bulunya yang halus agar tidak melukai gigi dan gusi. Menghindari makanan ataupun minuman yang terlalu panas atau dingin, serta yang terlalu asam. Membiasakan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang dan obat kumur yang mengandung flouride. Rajin memeriksakan gigi secara rutin 6 bulan sekali. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *