Madura United Pertimbangkan Pengelolaan Stadion Pamekasan

Madura United Pertimbangkan Pengelolaan Stadion Pamekasan

Madura United FC mempertimbangkan keberlanjutan stadion klub sepakbola Madura Ratu Pamelingan (SGRP), meskipun telah ditandatangani nota kesepahaman antara manajer klub dan Bupati Pamekasan. Sejauh ini, kami belum menerima transfer dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang fasilitas yang akan kami kelola menjelang jadwal Liga 1, kata direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PPE) Ziaul Haq di Pamekasan. Penandatanganan kepemimpinan stadion Ratu Pamelingan Pamekingan Madura pada bulan April dan tahun 2019 antara Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan direktur PT PBMB. Namun, perjanjian kerja sama (PKS) tidak berakhir sampai 30 Desember 2019. Sementara itu, sejak MoU ditandatangani, semua klub yang ingin meminjam stadion telah dikirim oleh Departemen Pemuda dan Olahraga (Dispora) ke Manajemen Madura United.

Sejauh ini, kami belum serah terima karena PKS belum ditandatangani hingga 30 Desember, kata Zia. Itulah sebabnya Madura United mempertimbangkan untuk menjadi manajer Stadion Gelora Ratu Pamelingan dan hanya akan menjadi penyewa, seperti yang telah terjadi sejauh ini. Selain itu, “Habib” memberi hormat kepada Ziaul Haq, beberapa warga Pamekasan atas nama Gerakan Pemuda Madura (Gapura), membantah Stadion Gelora Ratu Pamelingan yang dikelola oleh Madura United, dan penolakan itu difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Pamekasan.

Kepala Pamekasan Dispora Mohammad membantah bahwa perjanjian kerja sama itu lambat karena tidak menyukai Stadion Pamekasan, yang dikelola oleh Madura United. Menurutnya, PKS lambat karena memang stadion masih dalam proses perbaikan, seperti lintasan atletik dan stan luar stadion. Itulah yang menyebabkan transfer stadion dan penandatanganan perjanjian kerja sama berjalan lambat, kata Mohammed. Perjanjian Manajemen Stadion adalah satu hari setelah Event Spectrum Management Event Spectrum dan Stadion Pamekasan, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jurnalis Indonesia (PWI) Pamekasan.

Pada saat itu, pendukung dan pemimpin Dispora Muhammad bertanya langsung tentang lamanya perjanjian kerja sama. Saat berada di Pamekasan Ketua Komisi IV DVK, ia menyatakan dalam siaran persnya kepada media bahwa partainya memfasilitasi penolakan Madura United terhadap manajemen stadion karena itu adalah bagian dari ambisi masyarakat. Apa pun yang disampaikan publik tentang ambisi, ya, kami menerimanya, kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *