Perkembangan Bayi 6 Bulan

Pada usia 6 bulan, si Kecil makin pandai berguling-guling bersamaan dengan makin kuatnya otot-otot leher dan lengannya. Ia juga telah mulai sanggup konsumsi makanan padat pertamanya. Ketahui selengkapnya di sini. Bagaimanakah perkembangan bayi usia 6 bulan yang cocok dengan milestone-nya? Kami dari Tim Ahli Nutriclub dapat menyatakan kepada Ibu tentang perihal tersebut. Si Kecil pas ini makin pandai berguling-guling bersamaan dengan makin kuatnya otot-otot leher dan lengannya. Si Kecil kemungkinan senang melakukannya, tetapi Ibu mesti berhati-hati pas meninggalkannya di atas tempat tidur atau tempat yang tinggi gara-gara terdapatnya kemungkinan ia terjatuh dari tempat tidurnya. Selain itu, berhati-hatilah disaat mengganti popok si Kecil. Minta tolong terhadap orang lain untuk menghambat si Kecil agar ia tidak berguling.

Selain itu, si Kecil makin pandai melacak perhatian Ibu. Tidak hanya dengan menangis, si Kecil dapat berupaya menarik perhatian Ibu dengan menggeliat-geliat, mengoceh, dan lain sebagainya. Si Kecil yang makin aktif membutuhkan busana yang nyaman untuk mendukung aktivitasnya. Berilah baju yang longgar, melar, dan punyai sirkulasi hawa yang baik agar perkembangan bayi nyaman. Hindarkan si Kecil dari bahan busana yang kasar. Ketika si Kecil mulai konsumsi makanan padat pertamanya, kemungkinan warna dan bau tinjanya dapat berubah.

Ini adalah perihal yang normal. Namun, memperhatikan konsistensinya. Jika tinja si Kecil tergolong keras, kemungkinan ia mengalami konstipasi. Ganti MPASI si Kecil dengan sayuran atau sebagian tipe buah-buahan. Perhatikan kadar makanan yang terdiri dari apel, pisang, dan beras, gara-gara sanggup memicu si Kecil konstipasi. Saat berusia 6 bulan, si Kecil telah sanggup diajarkan bahasa isyarat. Misalnya, melambai untuk menyatakan “Selamat tinggal.” dan menunjuk untuk menyatakan “Lihat itu!”. Kemampuan motorik si Kecil berkembang lebih dahulu daripada kemampuan berbahasanya. Bahasa isyarat semacam ini sanggup memfasilitasi si Kecil untuk memberikan apa yang dibutuhkannya, dan menghindarkan si Kecil dari rasa frustasi. Misalnya, dengan mengusap-usap perutnya bila ia tetap menginginkan disuapi.

Perkembangan bayi menggunakan kelima panca inderanya untuk bereksplorasi dan belajar tentang lingkungan sekitarnya. Ia senang meremas mainan bola lembut, menggigit mainan, mendengar bunyi bel di di dalam mainan, dan lain-lain. Oleh gara-gara itu, pastikan lingkungan kira-kira si Kecil safe untuk dieksplorasi. Membacakan buku untuk si Kecil dapat menaikkan kemampuan berbahasanya, dan merupakan bekal bagi si Kecil agar ia mencintai buku disaat telah besar. Ibu boleh memilih buku besar yang berwarna-warni, buku dengan gambar yang muncul, atau buku dengan gambar ilustrasi yang bertekstur. Si Kecil kemungkinan belum sanggup membolak-balik halamannya dan duduk tenang mendengarkan Ibu bercerita, tetapi momen membaca buku dengan merupakan pas yang pas untuk berpelukan dengan si Kecil.

Bantu perkembangan bayi agar ia sanggup duduk sendiri. Mula-mula, dudukkan si Kecil di kursi dengan sandaran agar ia tidak jatuh ke belakang. Ketika si Kecil di dalam posisi duduk tegak, pegang badannya. Jika ia sanggup duduk tegak, dudukkan si Kecil di lantai yang beralaskan selimut tanpa sandaran atau penyangga. Beri peluang kepada si Kecil untuk makan sendiri. Mula-mula, memberikan biskuit ke si Kecil agar ia sanggup makan biskuit sendiri. Letakkan benda-benda kecil, seperti remah makanan atau potongan-potongan biskuit, di hadapan si Kecil. Ajari si Kecil mengambil alih benda-benda tersebut. Jika si Kecil telah sanggup melakukan perihal ini, ingatlah untuk tetap menghindari pil atau obat dan benda kecil lainnya dari jangkauan si Kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *